dr. Zuhri Efendi
← Semua artikel Punggung · 4 menit baca

Nyeri punggung bawah: kebanyakan membaik, kenali tanda bahayanya

Oleh dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K) Onk

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung bawah. Kabar baiknya, pada sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebab serius dan keluhannya membaik dalam beberapa minggu.

1. Kebanyakan tidak berbahaya

Mayoritas nyeri punggung bawah tergolong nyeri nonspesifik, artinya tidak berasal dari penyakit tertentu seperti infeksi, tumor, atau patah tulang. Pemeriksaan MRI atau rontgen umumnya tidak diperlukan kecuali ada tanda bahaya atau hasilnya akan mengubah penanganan.

Sumber: NICE Guideline NG59, Low back pain and sciatica in over 16s: assessment and management (2016, diperbarui 2020). nice.org.uk/guidance/ng59

2. Tetap bergerak lebih baik daripada tirah baring

Kembali beraktivitas normal secara bertahap mempercepat pemulihan. Berbaring terus-menerus justru dapat membuat otot kaku dan pemulihan lebih lama.

Sumber: NICE NG59 (2016, diperbarui 2020), bagian Non-invasive treatments; Foster NE dkk. Prevention and treatment of low back pain: evidence, challenges, and promising directions. Lancet. 2018;391:2368–2383.

3. Latihan terarah untuk nyeri yang menetap

Bila nyeri berlangsung lebih dari 3 bulan, program latihan terstruktur menjadi penanganan utama, dan dapat dikombinasikan dengan pendekatan psikologis serta penyesuaian aktivitas kerja.

Sumber: WHO guideline for non-surgical management of chronic primary low back pain in adults in primary and community care settings (2023). who.int

4. Tanda bahaya yang perlu segera diperiksa

Sumber: NICE NG59 (2016, diperbarui 2020), bagian Assessment; NICE Clinical Knowledge Summaries, Back pain – low (without radiculopathy) dan Sciatica (cks.nice.org.uk).

Nyeri punggung tidak kunjung membaik?

Bila ada tanda bahaya di atas, segera ke IGD. Untuk keluhan yang menetap, buat janji konsultasi.

Buat janji konsultasi

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.