Nyeri punggung bawah: kebanyakan membaik, kenali tanda bahayanya
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung bawah. Kabar baiknya, pada sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebab serius dan keluhannya membaik dalam beberapa minggu.
1. Kebanyakan tidak berbahaya
Mayoritas nyeri punggung bawah tergolong nyeri nonspesifik, artinya tidak berasal dari penyakit tertentu seperti infeksi, tumor, atau patah tulang. Pemeriksaan MRI atau rontgen umumnya tidak diperlukan kecuali ada tanda bahaya atau hasilnya akan mengubah penanganan.
Sumber: NICE Guideline NG59, Low back pain and sciatica in over 16s: assessment and management (2016, diperbarui 2020). nice.org.uk/guidance/ng59
2. Tetap bergerak lebih baik daripada tirah baring
Kembali beraktivitas normal secara bertahap mempercepat pemulihan. Berbaring terus-menerus justru dapat membuat otot kaku dan pemulihan lebih lama.
Sumber: NICE NG59 (2016, diperbarui 2020), bagian Non-invasive treatments; Foster NE dkk. Prevention and treatment of low back pain: evidence, challenges, and promising directions. Lancet. 2018;391:2368–2383.
3. Latihan terarah untuk nyeri yang menetap
Bila nyeri berlangsung lebih dari 3 bulan, program latihan terstruktur menjadi penanganan utama, dan dapat dikombinasikan dengan pendekatan psikologis serta penyesuaian aktivitas kerja.
Sumber: WHO guideline for non-surgical management of chronic primary low back pain in adults in primary and community care settings (2023). who.int
4. Tanda bahaya yang perlu segera diperiksa
- Kesemutan atau mati rasa di area selangkangan dan bokong
- Sulit menahan atau memulai buang air kecil maupun besar
- Kelemahan kaki yang makin berat
- Nyeri disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau riwayat kanker
- Nyeri setelah jatuh atau benturan keras, terutama pada usia lanjut atau pengeroposan tulang
Sumber: NICE NG59 (2016, diperbarui 2020), bagian Assessment; NICE Clinical Knowledge Summaries, Back pain – low (without radiculopathy) dan Sciatica (cks.nice.org.uk).
Bila ada tanda bahaya di atas, segera ke IGD. Untuk keluhan yang menetap, buat janji konsultasi.